Fanfict Wano War Chapter 5
TEKAD SAMURAI KLAN KOZUKI.
Trang. suuut.... Trang.
Suara adu pedang Zoro dan Kyoshiro masih berlangsung, dan nampaknya masih seimbang. Walau terlihat Kyoshiro sudah kelelahan.
Kali ini Zoro bersiap menyerang dengan dua pedangnya, sabetan demi sabetan Zoro lancarkan. Kyoshiro mampu menangkis beberapa serangan Zoro walau di akhir ia terkena sabetan di bahu kanan dan dada.
" Hush... Hush..." Suara nafas Kyoshiro terdengar memburu.
" Kelihatannya kau sangat kelelahan. Apa kau mau istirahat sebentar?" Ledek zoro.
" Berisik kau! Aku akan menghabisi mu dalam satu serangan." Bentak Kyoshiro kesal.
"Begitu. Yosh kalau begitu aku akan melayanimu pak tua. Aku juga harus segera membereskan mu dan langsung memburu Shogun." Balas Zoro.
Kyoshiro bersiap, ia mengeluarkan kuda2 dan berkonsentrasi penuh. Begitu pun Zoro dua pedangnya ia letakan di pinggang kanan dan kiri, ia agak membungkuk kan badannya ke depan.
"Nittoryu iail Rashomon!" Zoro melancarkan jurusnya
bersamaan dengan Kyoshiro.
"Wolf Fang!"
Keduanya beradu jurus, clash pun terjadi. Akibat clash yg terjadi antara Zoro dan Kyoshiro membuat istana Shogun kembali bergetar dengan kuat, semua orang baik yang d dalam istana atau di luar bisa merasakan getarannya.
Kinemon bersama Kanjuro dan Ashura Douji sudah memasuki istana dan sedang menuju ke ruangan Shogun. Langkah mereka terhenti oleh getaran yang mengguncang istana.
"A-apa ini? Apa ada gempa bumi?" Ucap Kinemon.
" Bukan! Aura ini sama dengan aura yang tadi kita rasakan. Getaran ini pun di hasil kan oleh orang yang memiliki aura yang sama." Jelas Ashura Douji.
'Zorojuro! " Gumam Kanjuro.
'Sebaiknya kita segera menuju ruang Shogun. Aku
mengkhawatirkan Momonosuke sama." Ujar Kinemon.
Ketiganya kembali berlari menuju ruangan Shogun.
Sementara itu Raizo yang tengah bertarung di lorong sebelah kanan ruangan Shogun, sempat terganggu dengan getaran kuat yang di buat Zoro dan Kyoshiro.
Sementara itu Raizo yang tengah bertarung di lorong sebelah kanan ruangan Shogun, sempat terganggu dengan getaran kuat yang di buat Zoro dan Kyoshiro.
"Getaran ini jauh lebih kuat dari yang tadi. Dan berasal dari ruangan Shogun. Siapa yang sedang bertarung disana. Aku sangat mencemaskan keadaan momonosuke sama." Ujar Raizo di dalam hati. Sedikit Raizo lengah, sebuah sabetan shuriken mendarat di bahu kirinya.
"Kau harusnya mencemaskan diri sendiri darinpada orang lain Raizo si kabut!" Ucap ninja pembunuh bernama Matori.
"Bagi ninja pelindung sepertiku mencemaskan tuan yang ku jaga adalah bagian dari hidup. Menerima satu serangan shuriken dari lawan karena aku mencemaskan tua ku bukan lah apa-apa. Bahkan tubuhku rela menerima hujan tombak demi melindungi tuanku. Ninja pembunuh seperti mu tak akan pernah mengerti tentang arti kesetiaan"
"Kalau begitu. Matilah kau Raizo! Tapi jangan khawatir aku juga akan membunuh bocah itu jadi kalian bsa berkumpul lagi di akhirat bersama. Hehahehaheha.."
Matori bersiap mengeluarkan jurusnya. Tanpa Raizo sadari akar tiba2 keluar dr dinding istana dan mengikat tubuhnya ke dinding dengan kencang.
"A-apa ini? Akar? Dari mana datangnya?" Raizo panik.
Matori hanya tertawa lepas.
"Kau terkejut Raizo?? Akar itu adalah sihir ku. Sekarang aku bisa mengeluarkan akar dari mana pun aku mau.. hehahehaheha." jelas Matori.
"Sihir?? Apa maksudmu??" Tanya Raizo
"Beberapa tahun lalu aku mendapat hadiah dari orang luar karena aku sukses menjalankan misi utk membunuh raja dan seluruh keluarganya, agar klienku bisa menduduki tahta. Dan sebagai imbalan mereka memberi ku buah yang didalamnya mengandung kekuatan sihir. Rasanya memang tak enak namun setelah aku memakannya aku jadi memiliki kekuatan sihir utk mengendalikan akar Hehahehaheha."
Raizo memberontak sekuat tenaga, namun semakin ia bergerak akar yang mengikatnya semakin kencang.
Matori bersiap mengeluarkan shuriken.
"Kau akan mati dengan shuriken ini. Raizo! Selamat tinggal! Jurus seribu shuriken!!" Seru Matori.
Shuriken yang di lempar Matori berlipat ganda menjadi ribuan shuriken dan terus menghujam tubuh Raizo. Raizo sudah menyerah, ia pasrah dengan takdir yang akan terjadi padanya. Apa aku memang pecundang?" Raizo memutar kembali masa lalunya ketika ia muda.
"Sejak menjadi ninja yang melayani klan Kozuki, tak ada satu prestasi pun yang sudah ku torehkan. Aku gagal dalam banyak hal ,bahkan cintaku ditolak oleh kunoichi idamanku, semua itu membuatku depresi dan akhirnya melarikan diri dari ibu kota. Selama perlarian aku menggunakan ninjutsu utk kepentingan ku
sendiri. Aku mencuri, menculik, bahkan membunuh hanya utk bertahan hidup. Sampai orang itu datang. Tuan Oden, menerima ku begitu saja. Beliau tak hanya mengampuni semua kesalahanku tapi juga menghidupkan kembali semangat dan tekadku. Setelah itu muncul Nona Toki, beliau juga tak kalah baik dari tuan Oden. Beliau menganggap kami para pelayan seperti bagian keluarganya sendiri. Aku selalu ingat ucapan Nona Toki
'RAIZO! JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN NINJUTSU MU UNTUK MEMBUNUH. TAPI GUNAKAN ITU UNTUK MELINDUNGI APA YANG BERHARGA BAGI MU. Mereka berdua adalah cahaya harapanku. tapi malam itu aku bahkan tak bisa menolong mereka. Tuan Oden yang seharusnya ku lindungi dengan nyawaku sendiri malah menemui ajalnya utk melindungi kami, para pelayan tak berguna. 'LEPASKAN PARA SAMURAIKU! AKU
AKAN MENERIMA EKSEKUSI INI ASAL KAU BIARKAN MEREKA PERGI. Kata2 terakhir nya selalu terdengar di telingaku. 'MAJULAH! AKU AKAN MENYERAHKAN NEGERI DAN KELUARGAKU PADA KALIAN. KARENA ITU TERTAWALAH SEPERTI YANG BIASA KITA LAKUKAN BERSAMA. HIHIHI' Tapi kami juga tak bisa melindungi Nona Toki, beliau juga melindungi kami dan mengorbankan nyawanya. 'PERGILAH KE MASA
DEPAN. MANUSIA TAK AKAN BISA KEMBALI KE MASA LALU TAPI SELALU BISA MELANGKAH KE MASA DEPAN. AKU SERAHKAN MOMONOSUKE DI TANGAN KALIAN, JAGA DIA BAIK-BAIK.' Nona Toki dan Tuan Oden menyerahkan hal yang paling mereka cintai pada kami. Dan rekan-rekanku mempercayai ku utk melindungi momonosuke sama. Kenapa mereka bisa mempercayai ninja yang selalu menjadi pecundang selama hidupnya seperti aku."
" Hehahehaheha... Kau benar Raizo! Kau memang pecundang. Di masa lalu kau pecundang! Kau tidak berguna! Kau tak bisa Mengubah masa lalu mu sebagai pecundang sekarang. Kau akan hidup selamanya sebagai ninja pecundang yang bahkan tak bisa melindungi nyawa tuannya. Hehahehaheha."
'MANUSIA TAK AKAN BISA KEMBALI KE MASA LALU. Raizo mengingat kembali ucapan Toki. "Aku memang tak bisa mengubah masa lalu ku sebagai pecundang." Ucap Raizo.
'NAMUN MANUSIA SELALU BISA MELANGKAH KE MASA
DEPAN. "Tapi aku bisa mengubah masa depanku sekarang!" Seru Raizo yang kembali bersemangat. Jurus Bunga shuriken!"
'NAMUN MANUSIA SELALU BISA MELANGKAH KE MASA
DEPAN. "Tapi aku bisa mengubah masa depanku sekarang!" Seru Raizo yang kembali bersemangat. Jurus Bunga shuriken!"
Raizo berhasil memotong akar yang mengikatnya dengan
shuriken. Matori terkejut.
"A-apa ini?" Seru Matori.
Raizo melayang di udara, dia berkonsentrasi.
" Elemen kabut. Jurus selimut kabut!" Tiba-tiba kabut pun
menyelimuti seluruh lorong tempat mereka bertarung. Matori tidak bisa melihat apapun.
'Maafkan aku Nona Tokil" Bisik Raizo dalam hati. " Jurus
terlarang! Kabut pencekik!" Raizo mengeluarkan jurus
terlarangnya.
Matori tiba2 tak bisa bernapas, ia merasa tenggorokan nya di cekik. Wajahnya berubah merah sebelum ia mati dan terjatuh di lantai.
" Aku membunuhnya untuk melindungi apa yang berharga bagiku" Lanjut Raizo.
Di ruang rahasia Shogun. Robin dan Momonosuke berhasil memasuki ruang penyimpanan harta Shogun.
"O Robi! Getaran apa itu tadi? " Tanya momonosuke.
'Sepertinya getaran itu berasal dari ruangan dimana Zoro
bertarung dengan Kyoshiro." Jawab Robin.
"O Robi! Getaran apa itu tadi? " Tanya momonosuke.
'Sepertinya getaran itu berasal dari ruangan dimana Zoro
bertarung dengan Kyoshiro." Jawab Robin.
"Hey? Apa zorojuro akan baik-baik saja?"
Robin tersenyum pada Momonosuke yang nampak ketakutan. "Zoro itu sekuat kapten kami. Tekad dan semangat nya pun tak kalah kuat dari Luffy. Dia juga lelaki yang bisa menepati janji. Jika Zoro dan Luffy sudah berjanji maka hanya kematian yang bisa mencegah mereka untuk menepati janjinya." Jelas Robin yang kembali membuat Momonosuke tenang.
"Hebat sekali kru kalian. Luffy sangat kuat, zorojuro juga hebat. Apa bajak laut itu memang kuat dan hebat seperti mereka? Aku jadi ingin menjadi seperti mereka saat dewasa nanti!" Seru momonosuke.
"Tentu saja kau bisa Momo Chan. Kau adalah putra dari samurai terkuat wano, Kozuki Oden. Orang yang bahkan membuat Raja bajak laut Gol D Roger dan Manusia terkuat Shirohige terkesan, Kau juga pasti suatu saat bisa menyamai atau bahkan melampaui ayahmu."
"Aku dengar kalau ayahku membantu orang bernama Roger itu untuk jadi raja bajak laut kan? Dan menjadi raja bajak laut adalah cita-cita Luffy juga kan?" Robin mengangguk.
"Kalau begitu aku sudah memutuskan. Aku Kozuki Momonosuke akan membantu Luffy agar menjadi Raja bajak laut. Sama seperti ayah yang membantu Roger. Hihihi."
" Kalau begitu ayo kita mulai dengan mengcopy road poneglip ini" Ucap Robin sambil menatap Road Poneglip yang ada di depannya.
"Serahkan padaku O Robi! Hihihi!"
Kembali pada duel Zoro melawan Kyoshiro.
Setelah beradu jurus, tubuh Kyoshiro terjatuh ke tanah dengan Luka tebas di dada. Zoro kembali menyarungkan kedua pedangnya. Kyoshiro masih dalam keadaan sadar.
" Hush.. hush... Kau membawa tiga pedang di pinggangmu. Dan banyak orang bilang kalau zorojuro si penebas adalah samurai pengguna tiga pedang. Tapi kenapa kau bertarung denganku hanya menggunakan dua pedang saja? Apa aku tak begitu berharga utk di habisi dengan ketiga pedangmu itu?" Tanya Kyoshiro
" Jangan terlalu keras pada dirimu. Kau adalah samurai yang tangguh. Tapi maaf pedang ketiga ini hanya utk membunuh Shogun Orochi." Jelas Zoro.
" Hyahyahya.. Begitu! Kalau begitu aku harap kau bisa
membunuhnya dengan pedang peninggalan Oden itu. Karena jika tidak pedang itu akan terus merasakan penyesalan dan tak akan bsa tenang." Ucapan terakhir Kyoshiro sebelum ia mati.
membunuhnya dengan pedang peninggalan Oden itu. Karena jika tidak pedang itu akan terus merasakan penyesalan dan tak akan bsa tenang." Ucapan terakhir Kyoshiro sebelum ia mati.
" Aku setuju denganmu. Pedang Enma ini masih merasakan dendam yang besar. Jika aku menggunakan nya maka jiwa yang ada dipedang ini akan merasuki ku dan membuatku membunuh siapa saja yg ada di dekatku. Karena itu utk memenangkan nya hanya ada satu cara, yaitu darah orochi." Ucap Zoro.
Dengan kemenangan Zoro atas Kyoshiro maka istana Shogun sudah di ambil alih oleh samurai klan Kozuki. Namun sepertinya kemenangan itu tak akan mereka rasakan dalam waktu lama. Kinemon dan yang lain baru saja tiba di lorong tempat Raizo bertarung. Mereka mendapati Raizo yg sedang berdiri dengan tubuh penuh luka.
"Raizo! Apa kau baik-baik saja?" Panggil kinemon.
"Oh. Kinemon, Kanjuro, Ashura. Aku senang melihat kalian baik-baik saja. Bagaimana keadaan di ibu kota?"
"Keadaan ibu kota sudah bisa d kendalikan. Inuarashi dan
Nekomamushi berjaga di alun2, sedangkan kawamatsu dan Kiku bersiaga d pintu timur." Jelas Kanjuro.
"Baguslah! " Seru Raizo.
"Tapi bagaimana dengan mu? Kelihatannya kau habis bertarung sengit. Sampai-sampai ruangan ini berantakan dan kau pun menderita banyak luka." Timpal Ashura.
" Aku hanya sudah bertemu dengan teman lama." Kilah Raizo.
"Bagaimana dengan Momonosuke sama? Apa dia baik2 saja?"
" lya. Aku rasa dia menuju ruang Shogun bersama O Robi. Tapi untuk memastikan kita harus kesana."
Raizo mengajak kinemon dan yang lain utk menuju ruang Shogun dan di sana mereka melihat mayat Kyoshiro tergeletak sedangkan Zoro sedang berdiri menatap kota dari atas balkon istana.
" Mayat Kyoshiro! Dia sudah dikalahkan. Ini artinya kita berhasil mengambil alih istana Shogun dari orochi!" Seru Kinemon.
"Pekerjaan belum selesai." Timpal Zoro.
" Ah.. zorojuro kau pasti yang sudah mengalahkan Kyoshiro! Aku ucapkan banyak terima kasih."
"Jangan berterimakasih dulu. Dan jangan terlalu senang. Karena aku merasakan ada aura orang kuat yang mendekat ke kota." Ucap Zoro.
Semuanya terdiam. Ashura Douji mendekati posisi Zoro dan melihat kearah yang dilihat Zoro.
"Apa itu??" Gumam Ashura Douji.
Makhluk itu yang aku bicarakan." Ucap Zoro.
"Ada apa Zorojuro? Ashura?" Tanya Kinemon.
Tak lama kemudian terdengar suara ledakan dari jarak yg cukup jauh. Lalu sebuah kobaran api terlihat membakar kota. Semua orang terkejut.
" Makhluk apa itu? Apa itu burung?" Tanya Kanjuro
Itu bukan burung. Itu anak buah Kaido." Jawab Ashura.
Tiba2 seekor burung raksasa berwarna hitam jenis pterodactyl melintas di atas langit ibu kota bunga dan langsung menyemburkan api dari mulutnya utk membakar rumah-rumah penduduk.
Zoro langsung melompat dari balkon. Kinemon dan yang lain terkejut.
"Zorojuro! Kau mau kemana?" Tanya Raizo.
Sudah jelas kan. Aku akan memotong kepala burung raksasa itu "Ucap Zoro dengan santai.
" Tunggu kami ikut!" Panggil kinemon.
" Kalau kau bisa ikuti saja aku!" Sahut Zoro sambil terus berlari.
"Raizo! Aku serahkan momonosuke sama padamu. Kami akan menyusul zorojuro dan melindungi istana dari kota.
"
'Baik. Serahkan padaku. Dan kalian semoga berhasil."
'Baik. Serahkan padaku. Dan kalian semoga berhasil."
Ayo kinemon cepat! Sebelum orang itu menghilang lagi."
Tegas Ashura yang langsung lompat turun. Kinemon dan Kanjuro mengikuti dr belakang.
Di pintu timur keadaan menjadi kacau setelah Jack menyerang pasukan samurai klan kozuki.
Trang
Senjata Jack di tahan oleh pedang kawamatsu.
"Kapapa.. Hentikan melukai orang tak berdosa!" Bentak
Kawamatsu.
"Tak berdosa?? Mereka adalah samurai petarung kan? Jadi wajar kalau aku membunuh mereka. Lagi pula bukankah kalian menyembunyikan orang2 tak berdosa di distrik Ebisu, bersama putri kozuki Hiyori." Ucap Jack.
"Kurang ajar!" Hardik Kiku mencoba menyerang Jack.
"Jangan Kiku! Dia sangat kuat. Kau bukan tandingannya. Di saat seperti ini kau harus tetap tenang. Sekarang kau pergi ke distrik Ebisu dan lihat keadaan disana. Meski disana ada bos Hyougoro dan para mantan Yakuza tapi kita lebih baik membantu nya." Jelas Kawamatsu.
"Baik Kawamatsu san."
Kiku pergi menuju distrik Ebisu, sementara kawamatsu
menghadang Jack. Jack langsung menyerang. la mengayunkan senjatanya kearah kawamatsu, namun dengan lincah kawamatsu mampu menghindar.
" Kau cukup lincah utk ukuran orang gendut." Ledek Jack.
" Kapapa... Coba lihat siapa yang bicara." Balas kawamatsu.
" Hiya... Jack kembali menyerang.
'Trang.. Trang..
Jack mengayunkan senjatanya, mengincar kepala kawamatsu namun kawamatsu dengan mudah menghindar. Kini giliran kawamatsu menyerang Jack, pedang kawamatsu mencoba menebas kaki kiri Jack namun Jack menghindari dengan melompat. Secepat kilat kawamatsu menerjang, kedua kakinya menendang Jack tepat di bagian dada hingga tersungkur.
" Lumayan juga kau. Fishman! Kita lihat apa kau lebih kuat dari kucing, anjing dan si gendut shutenmaru itu."
"Kapapapa.... Aku tak tau jawabannya, karena aku tak pernah bertarung dengan temanku sendiri. Tapi yang jelas tekad kami semua sangatlah besar utk membalas dendam Tuan Oden dan nona Toki malam itu."
" Hiya!" Seru Kawamatsu dan Jack yang kembali saling
menyerang.
Kota Ebisu beberapa saat sebelum kedatangan pasukan orochi.
" Lihatlah langit di atas ibu kota! Begitu terang oleh cahaya api. Beruntung kita berhasil mengeluarkan penduduk tepat waktu. Jika saja kita gagal mungkin akan banyak dari mereka yang tewas." Ucap Otsuru.
"Semua berkat bantuan dari Hiyori sama. Anda mampu
meyakinkan banyak warga agar percaya pada ucapan Otsuru." Timpal seorang warga.
"Aku hanya melakukan tugas yang di berikan oleh kakakku. Selain itu aku ingin berterima kasih pada mu kakek Hyou, karena bersedia melindungi distrik Ebisu malam ini." Ucap Hiyori.
'Hahahaha... Aku adalah mantan Yakuza. Hiyori Chan. Sudah tugasku melindungi warga ibu kota bunga dan putri dari keturunan Shogun sepertimu." Balas Hyougoro.
"Tapi aku sedikit khawatir dengan keadaan mereka yang
berjuang di onigashima dan ibu kota bunga pada malam ini." Lanjut Hiyori.
" Tidak perlu khawatir berlebihan Hiyori Chan. Mereka yang berjuang malam ini adalah para prajurit sejati negeri wano. Malam yang di sebutkan ibumu 20 tahun lalu adalah malam ini. Malam pembalasan klan kozuki terhadap orochi dan kaido. Dan untuk pertama kalinya selain orochi, kita sebagai penduduk wano meminta bantuan dari orang luar. Hahahaha." Jelas Hyougoro.
"Gawat! Gawat! Bos Hyougoro!l" Teriak seorang samurai.
"Ada apa? Kenapa kau berteriak panik begitu?" Tanya Hyougoro.
"Orochi dan pasukannya baru saja melewati distrik Ebisu. Dan nampaknya mereka membagi dua pasukannya, satu pasukan di kirim kemari. Dan mereka sudah dekat." Jelas samurai tadi.
"Begitu yah. Ok baiklah! Wanita dan anak-anak pergi
bersembunyi di tempat yang sdh d siapkan. Sedangkan para pria ayo angkat senjata kalian kita pertahankan Ebisu bersama-sama" Seru Hyougoro memicu semangat para pria di distrik Ebisu.
"Aku juga akan ikut bertarung. Kakek Hyou." Ucap Hiyori.
" Hiyori Chan. Kau pergilah bersama Otsuru bawalah anak2 dan wanita utk bersembunyi." Pinta Hyougoro.
" Tidak! Aku adalah putri dari seorang samurai wano. Aku juga harus ikut berjuang untuk negeri ku." Tegas Hiyori.
" Hiyori Chan! Apa arti dari sebuah negeri?" Tanya Hyougoro.
"Negeri adalah tempat dimana kita di lahirkan."
" Hahahaha... Penjelasan singkat yang sering di ajarkan di
sekolah. Tapi itu bukan arti sebenarnya dari negeri. Aku pernah berbincang dengan Shogun kozuki tsukiyaki, kakekmu. Dia pernah bilang padaku kalau wano bukanlah tempat dimana kita dilahirkan, atau tanah yg kita injak, atau udara yang kita hirup.
Menurut seorang kozuki Tsukiyaki, negeri wano adalah para penduduk. Keluarga kita ,teman kita, anak-anak kita. Wano adalah sebuah ikatan dimana para penduduk nya hidup bersama dengan damai. Jika kau pikir apa yang dilakukan kakakmu dan para samurai klan kozuki hanyalah utk merebut istana atau tanah, atau sumberdaya alam. Maka kau salah besar, yang sedang mereka lakukan adalah melindungi penduduk negeri wano." Jelas Hyougoro.
Hiyori terdiam.
"Aku memintamu melakukan tugas paling penting dalam perjuangan kita semua, kau harus melindungi penduduk terutama anak-anak yang masih blm mengerti apapun. Karena anak-anak inilah masa depan negeri wano. Jika mereka mati sekarang maka wano akan hancur. Paham!" Lanjut Hyougoro.
"Baiklah Kakek Hyou. Aku akhirnya memahami maksud ibu dan ayah yang mengorbankan nyawa demi aku dan kakak. Dan dengan mewarisi tekad mereka aku, kozuki Hiyori akan melindungi para penduduk dengan nyawaku sebagai taruhannya" Sumpah Hiyori.
"Baguslah! Ayo semuanya. Ikut denganku"
Hyougoro sang mantan Bos Yakuza memimpin lusinan samurai beserta para sukarelawan penduduk Ebisu menghadang pasukan orochi dan kaido di pintu masuk distrik Ebisu. Jumlah yang tidak seimbang tak menyurutkan semangat mereka.
" Jangan takut dengan jumlah mereka. Jangan ulangi kesalahan 20 tahun lalu. 20 tahun lalu kita kalah, 20 tahun lalu kita tak punya semangat, 20 tahun lalu kita tak punya harapan, tapi sekarang kita punya semangat, sekarang kita punya harapan. Serang!!"
Seru Hyougoro membangkitkan semangat para mantan Yakuza dan samurai lainnya. Para pasukan orochi dan kaido pun sama2 maju menyerang.
"Akan aku percaya kan Kaido padamu Luffytaro!" Bisik Hyougoro dalam hati.
Di Onigashima.
"Gomu-Gomu no elephant gatling gun!!"
Luffy dan para Supernova masih terus memborbardir Kaido.
Berapa lama lagi mereka akan bertahan?
To be continued..
-Penulis Dan Pengarang ; Agung (Lord Buggyjiro)
-Penerbit & Editor ; Iim Ibrahim
-Penerbit & Editor ; Iim Ibrahim
Jangan Lupa Follow Instagram kami dan join dengan Komunitas kami..
Instagram OPH
Sekian, Terimakasih!!
Salam Oploverz
#Fanfict Wano War
#byfansboybuggyjiro


0 Comments