ZORO DAN TAKDIR KLAN SHIMOTSUKI


Di Istana Shogun.
" Bagaimana? Apakah Para pembunuh itu sudah menemukan Hiyori dan Momonosuke?" Tanya Orochi pada pelayannya yang bernama Kamuri Toda.
" Sudah Shogun. Hanya saja menurut laporan mereka tertahan oleh Rubah putih bernama Onimaru." Jawab Toda.
" Onimaru? Apakah itu rubah mistis milik Shimotsuki Ushimaru. Daimyo Ringgo?"
" Benar sekali Shogun."
Orochi berdiri kemudian berjalan menuju balkon.

"Shimotsuki Ushimaru, dia adalah salah satu Daimyo yang dulu sangat menentang kepemimpinan ku. Padahal jika dilihat dari sejarah, klan Shimotsuki seharusnya setuju dengan penggulingan Klan kozuki dari kursi Shogun." Ucap Orochi kesal.
" Benar sekali Shogun! Klan Shimotsuki dan Kozuki memang sudah bermusuhan dari dulu." Sahut Toda.

Pada zaman dahulu, sebelum Negeri wano terbentuk. Di tempat yang sekarang d sebut wano tinggal beberapa klan samurai yang saling berperang demi menguasai daerah tersebut. Setelah beberapa tahun berperang akhirnya lahirlah dua klan terkuat d tempat itu, Klan Kozuki dan Klan Shimotsuki.
Kedua Klan tersebut terus menerus berperang selama beberapa generasi, hingga pada generasi ke 4 muncul iblis yang membunuh para samurai dari kedua Klan. Demi mengalahkan iblis tersebut, pemimpin kedua Klan, Kozuki Yamato dan Shimotsuki Noa memutuskan untuk bekerja sama dan menumpas iblis yang menteror mereka.
Peperangan melawan iblis itu pun berlangsung beberapa tahun, namun tak ada yang bisa mengalahkan sang iblis. Hingga sampai pada titik akhir, ketika samurai dari kedua Klan tersebut hampir musnah. Yamato dan Noa memutuskan untuk mengungsikan para penduduk beserta semua anggota klan mereka, kemudian keduanya menantang sang iblis bertarung untuk terakhir kalinya. Bermodalkan 2 pedang terkuat dari seorang pengrajin pedang terhebat zaman itu, Yin dan Yang. Wado ichimonji dan Enma, dua pedang yang d sebut saudara kandung yang saling melengkapi satu sama lain. Wado ichimonji di berikan pada Shimotsuki Noa sedangkan Enma di berikan pada Kozuki Yamato. Sang pembuat pedang berharap kedua pedang itu bisa melengkapi kekurangan dari kedua Klan tersebut.
Hari yang dinantikan pun tiba, sang Iblis sudah tiba di tempat perjanjian begitu pun Yamato dan Noa mereka sudah menunggu. Pertarungan antara samurai dan iblis pun terjadi dengan sengit, sang iblis memang sangatlah kuat sehingga kedua samurai terbaik d zaman itu pun kewalahan. Pertarungan berlangsung selama 5 hari 5 malam dan akhirnya berkat bantuan seorang penyihir bernama Sima, kedua samurai itu pun berhasil mengalahkan sang iblis. Namun sang iblis tak akan pernah mati, hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk membagi jiwa si iblis dan menyegelnya di kedua pedang mereka.
Sebelum menyegel jiwa iblis itu, Yamato dan Noa mendengar kebenaran tentang sang iblis. Ternyata sang iblis adalah seorang penduduk bernama Ashura, Ashura adalah petani biasa yang hidup d wilayah yang menjadi tempat peperangan para samurai. Semua keluarga nya tewas, ayah, ibu, kakak, adik dan teman-temannya tewas menjadi korban peperangan para samurai. Ashura yang putus asa akhirnya pergi ke pesisir pantai, dia melihat seekor rubah putih yang sedang terjebak di laut lalu menolongnya. Ternyata rubah tersebut bukan rubah biasa melainkan rubah mistis bernama Onimaru, sebagai rasa terimakasih Onimaru bertanya pada Ashura, apa yang dia inginkan sebagai hadiah karena menolong Onimaru. Ashura meminta Onimaru mengubahnya menjadi iblis agar bisa membalaskan dendam keluarga nya, Awalnya Onimaru sedikit ragu namun karena Ashura telah menyelamatkan hidupnya maka Onimaru pun mewujudkan keinginan Ashura dan mengubahnya menjadi iblis yang kuat dan haus darah.
Onimaru yang baru mengetahui kekejian yang dilakukan iblis Ashura mendatangi Yamato dan Noa. Onimaru datang untuk meminta maaf Karena ulah Ashura, Yamato tidak mendengar ucapan Onimaru dan mencoba menebasnya namun Noa dengan cekatan menangkisnya. Sima, si penyihir yang membantu mengalahkan Iblis Ashura, memberikan kesempatan pada Onimaru untuk menebus dosanya. Caranya Onimaru harus menunggu kedatangan seorang samurai yang akan membawa negeri wano menuju kedamaian dan kemakmuran sejati, samurai dari Klan Shimotsuki yang tdk lahir di negeri wano namun memiliki aura Klan Shimotsuki, samurai yang menjadi titisan iblis Ashura dan samurai yang bisa menggunakan Enma dan Wado ichimonji secara bersamaan. Saat samurai itu tiba Onimaru harus mengikuti dan menjadi pelayannya sampai sang samurai melepaskan Onimaru atau sampai Onimaru mati.
Demi menghapus dosanya Onimaru memutuskan untuk menjadi pelayan klan Shimotsuki sejak zaman Noa sampai Ushimaru, Onimaru sudah melihat beberapa samurai hebat yang datang dan pergi dari Klan Shimotsuki namun tak ada satu pun yang sesuai dengan ramalan Sima si penyihir. Menurut Sima si penyihir Onimaru tak akan tau orang itu saat pertama kali bertemu, namun sang dewa pedang lah yang akan memberitahu Onimaru jika sang samurai telah tiba di negeri wano.

" Ciih... Ramalan seorang penyihir dari ratusan tahun lalu kini menjadi kenyataan? Hahahaha.. benar-benar lelucon yang buruk." Ucap Orochi.
" Tapi Shogun! ramalan itu bisa di percaya, bukankah ramalan istri oden tentang balas dendam dua puluh tahun yang lalu terjadi sekarang?" Sahut Toda.
" Itu berbeda. Ucapan Toki hanya berjarak dua puluh tahun, tapi ramalan Sima si penyihir sudah melewati ratusan bahkan ribuan tahun. Apakah ada keturunan Samuai Shimotsuki yang lahir di luar wano dan akan kembali ke wano untuk membawa negeri ini makmur? Hahahaha. Akulah samurai yang membawa kemakmuran untuk wano!!!! Hahahahaha..."
" Apa anda lupa? Puluhan tahun lalu terjadi pengusiran besar-besaran pada Klan Shimotsuki, sebagai hukuman atas percobaan kudeta yang mereka lakukan." Ungkap Toda.
" Huh? Apa maksudmu kapal yang berisi orang-orang yang tak bisa berlayar itu akan sampai di suatu pulau dan berkembang sampai sekarang begitu?"
" Aku mendengar kalau kapal itu selamat dan sampai di lautan timur, mereka mendiami suatu pulau di sana dan mendirikan pemukiman sendiri."
" Lalu mereka menceritakan dongeng ini pada keturunan mereka. Kemudian ada seorang dari mereka yang memutuskan berlayar untuk kembali ke wano? Kau tau betapa jauh dan berbahaya nya perjalanan dari lautan timur ke negeri wano? Tanpa skill berlayar yang sangat baik, kapal akan tenggelam d perjalanan. Apalagi semua orang yang berasal dari wano tak punya kemampuan berlayar, bahkan ada yang buta arah. Hahahaha." Ledek Orochi.
" Buta arah adalah salah satu kelemahan dari keturunan Shimotsuki. Kutukan untuk keturunan mereka, bahkan sang dewa pedang Ryuma pun mengalami kesulitan dalam menentukan arah. Tapi anda akan terkejut mengetahui kalau takdir adalah penuntun arah terbaik." Jelas Toda.
Tiba-tiba seorang samurai anak buah Orochi datang dan melapor jika Hiyori sudah tiba d pintu masuk timur Ibu kota. Mendengar itu Orochi sangat senang dan memutuskan untuk pergi membunuh Hiyori sendiri.

Sementara itu di waktu yang sama di East Blue, Desa Shimotsuki. Di Dojo tempat Zoro berlatih saat kecil.
Koushiro, si pemimpin Dojo sedang duduk sambil menatap langit yang cerah. Tiba-tiba beberapa murid dojonya berlari menghampiri nya.
" Hey! Sensei! Apakah benar di suatu tempat di lautan yang luas ini ada negeri samurai?" Tanya seorang bocah bernama Takiyo.
" Benar sekali. Ada sebuah negeri yang sangat jauh dari sini, negeri yang d isi oleh para samurai yang kuat." Jawab Koushiro.
" Nah sensei! Apa nenek moyang kita berasal dari sana?" Timpal bocah bernama Hiname.
" Benar. Dulu sekali leluhur kita melakukan sebuah kesalahan besar sehingga mereka di usir dari negeri itu. Dan menemukan pulau ini lalu akhirnya menetap disini." Jelas Koushiro. "Tapi. Ada sebuah ramalan yang mengatakan, jika keturunan salah satu orang yang d usir itu bisa kembali ke sana maka takdir besar akan menunggunya." Tambah Koushiro.
" Wah kalau begitu aku akan pergi kesana jika sudah dewasa nanti!" Ucap Hiname.
" Bodoh! Kau itu lemah Hiname. Mana mungkin orang lemah seperti mu bisa mengarungi lautan yang berbahaya itu. Hahahaha" ledek Takiyo diikuti suara tawa anak lain.
" Bisa! Aku akan berlatih dan menjadi kuat. Aku akan seperti Roronoa Zoro, si pemburu bajak laut!" Seru Hiname.
Koushiro tersenyum melihat tingkah murid-muridnya yang berebut untuk menjadi Zoro, bahkan mereka meniru penampilan Zoro. Mereka mengenakan bandana hitam di kepala saat berlatih dan menggunakan tiga pedang.
" Zoro! Aku merasakan kau ada di tempat di mana takdir membawamu kesana. Aku hanya bisa berdoa agar kau bisa mewujudkan impianmu." Ucap Bathin Koushiro.

Kembali ke wano.
Zoro terus menyerang King dengan buas, orang-orang di sekitarnya pun merasakan aura membunuh yang mengerikan darinya.
" Si Marimo itu! Kenapa dia mengeluarkan aura membunuh sekuat ini?" Gumam Sanji.
" Aura membunuh ini lebih dari aura yang d keluarkan Oden san." Ucap Marco.
" Roronoa Zoro, si pemburu bajak laut. Dia samurai yang haus darah. Bagaimana Luffy si topi jerami bisa mengendalikan anak buah sekuat dan seberbahaya seperti dia?" Timpal Killer.
Apakah Zoro adalah orang yang d ramalkan Sima? Apakah ia orang yang d tunggu Onimaru? Ataukah dia hanya meneruskan takdir Kuina pemilik asli Wado ichimonji?
To be continued......